DEVELOPMENT OF THE PAI CURRICULUM AT THE DARUT TAUHID III SALAFI ISLAMIC BOARDING SCHOOL: WUSTHA STUDY IN JUNGKAT VILLAGE, MEMPAWAH REGENCY
DOI:
https://doi.org/10.24260/ngaji.v5i2.105Abstract
Abstract. This study examined the development of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum at Darut Tauhid III Salafi Islamic Boarding School, especially the Wustha Program in Jungkat Village, Mempawah Regency. The curriculum was developed through a needs analysis approach involving teachers, students, and the community to ensure relevance while preserving the pesantren’s identity. It retained the study of the yellow book and integrated interactive methods and contextual socio-religious materials. The findings showed that the curriculum improved students’ understanding and daily application of knowledge. Teachers adopted more discussion-based and problem-solving approaches, and students demonstrated higher learning motivation. Implementation faced challenges, including limited technology and teacher adaptation, as well as some resistance to change. Overall, the curriculum was accepted by the community and represented a strategic step in preparing students with strong religious competence and broader contemporary insight.
Abstrak. Penelitian ini menelaah pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren Salafi Darut Tauhid III, khususnya Program Wustha di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah. Kurikulum tersebut dikembangkan melalui pendekatan analisis kebutuhan yang melibatkan guru, santri, dan masyarakat untuk memastikan relevansi sekaligus menjaga identitas pesantren. Kurikulum ini mempertahankan kajian kitab kuning serta mengintegrasikan metode pembelajaran interaktif dan materi sosio-keagamaan yang kontekstual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum tersebut meningkatkan pemahaman santri dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Guru menerapkan pendekatan yang lebih berbasis diskusi dan pemecahan masalah, dan santri menunjukkan motivasi belajar yang lebih tinggi. Pelaksanaan menghadapi tantangan, termasuk keterbatasan teknologi, adaptasi guru, serta sebagian resistensi terhadap perubahan. Secara umum, kurikulum ini diterima oleh masyarakat dan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan santri dengan kompetensi keagamaan yang kuat serta wawasan kekinian yang lebih luas.
References
Ainiyah, N. (2013). Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam. Al-Ulum, 13(1), 25-38.
Aprilianto, M. R., & Rahmawati, M. (2025). Pengembangan Literasi Digital Sebagai Bagian Dari Inovasi Manajemen Pesantren. Zaheen: Jurnal Pendidikan, Agama Dan Budaya, 1(1), 109-126.
Badrudin, M. B., & Nugraha, M. S. (2025). Integrasi Teknologi Digital Dalam Sistem Pengelolaan Akademik Pesantren: Studi Implementasi Website Rapor. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 10-19.
Darmalaksana, Wahyudin. 2020. “Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka Dan Studi Lapangan.” Pre-Print Digital Library Uin Sunan Gunung Djati Bandung, 1–6.
Fatmawati, E. (2015). Manajemen Pengembangan Kurikulum Pesantren Mahasiswa.
Fauzi, A., & Nikmatullah, C. (2016). Pelaksanaan Pendidikan Madrasah Diniyah Di Kota Serang. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan , 1 (2), 157-178. Https://Doi. Org/10. 24832/Jpnk.V1i2.763.
Hidayatussa'adah, H., & Sadad, R. (2024). Strategi Pengembangan Kurikulum Pesantren Di Daerah Minoritas Muslim: Studi Di Pesantren Modern Baitus Sholihin Poso Sulawesi Tengah. Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam , 10 (2), 212–226. Https://Doi.Org/10.26594/Dirasat.V10i2.5261.
Lestari, S. (2023). Perbandingan Manajemen Kurikulum Berbasis Integrasi Di Pesantren. PT Arr Rad Pratama.
Makmun, H. R. (2014). Pembentukan Karakter Berbasis Pendidikan Pesantren: Studi Di Pondok Pesantren Tradisional Dan Modern Di Kabupaten Ponorogo. Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 12(2), 211-238.
Muhlas, & Husnan, R. (2021). Manajemen Pengembangan Kurikulum Pesantren Di Jawa Timur.
Muhtifah, L. (2016). Pola Pengembangan Kurikulum Pesantren Kasus Al-Mukhlishin Mempawah Kalimantan Barat. Jurnal Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati, 27(2), 203-222.
Ni'mah, C., Khojir, & Afendi, HAR (2024). Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Siswa Di Smpn Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur. Jurnal Sastra Mandalika , 6 (1), 43-50. Https://Doi.Org/10.36312/Jml.V6i1.3803.
Nurkholis, N., & Santosa, A. B. (2022). Manajemen Pengembangan Kurikulum Berbasis Pesantren. J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam), 7(2), 113-130.
Ridwan, A., Nahar, S., & Halimah, S. (N.D.). Kurikulum Pesantren Dalam Proses Kaderisasi Ulama (Studi Multi Situs Pesantren Salafiyah Di Sumatera Utara). 2023.
Ridwan, A., Nahar, S., & Halimah, S. (N.D.). Kurikulum Pesantren Dalam Proses Kaderisasi Ulama (Studi Multi Situs Pesantren Salafiyah Di Sumatera Utara). 2023.
Sofiyana, M. S., Ahdiyat, M., Iskandar, A. M., Hairunisya, N., Usriyah, L., Dwiantara, L., ... & Prihatiningsih, T. S. (2021). Pancasila, Merdeka Belajar Dan Kemerdekaan Pendidik. Unisma Press.
Sugiyono, (2016), “Metode Penelitian.” Gastronomía Ecuatoriana Y Turismo Local. 1 (69): 5–24.
Sumardi, D., Fitrayadi, D. S., & Bahrudin, F. A. (2024). Peran Pondok Pesantren Dalam Pembentukan Karakter Kewarganegaraan Melalui Implementasi Profil Pelajar Pancasila Di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Serang. Jurnal Citizenship Virtues, 4(2), 811-820.
Sutrisno, E. (2011). Model Pengembangan Kurikulum Di Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning (STIKK) Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo.
Zulfikar, A. Y. (2024). Inovasi Metode Pembelajaran Kitab Kuning Di Dayah Fathul Ainiyah Kabupaten Pidie Jaya. Jurnal At-Tarbiyyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 10(2), 179-194.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This publication is licensed under a Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
-
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
-
NonCommercial — You may not use the material for commercial purposes.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.


